GUANGZHOU, Tiongkok, 4 November 2026 /PRNewswire/ — Seperti apa wajah Guochao atau gaya khas Tiongkok pada saat ini? Para peserta pameran di ajang bertema "Guochao Fashion" pada Fase 3 140th Canton Fair memberikan beragam jawaban. Mereka memperlihatkan bagaimana warisan budaya Tiongkok dapat diolah menjadi karya mode modern melalui pemilihan bahan, teknik pengerjaan, dan desain kontemporer.
Warisan Budaya dalam Balutan Kain Modern
Salah satu koleksi yang mencuri perhatian menampilkan Shu Brocade, kain sutra jacquard khas Sichuan yang dikenal sebagai salah satu dari empat jenis brokat utama Tiongkok. Koleksi ini mengangkat motif-motif orisinal yang terinspirasi dari warisan budaya berusia ratusan tahun. Detail motifnya yang rumit menarik perhatian pengunjung, bahkan membuat sejumlah orang berhenti untuk mengabadikannya. Perpaduan teknik tenun tradisional dengan estetika modern turut menghidupkan kembali teknik kerajinan warisan budaya takbenda sekaligus membawanya ke pasar mode masa kini.
Koleksi lainnya memadukan kain rami tradisional Tiongkok dengan kekayaan warna khas budaya setempat. Kain rami dikenal memiliki tekstur alami, tampilan sederhana yang elegan, serta karakter ringan dan sejuk saat dikenakan. Melalui teknik pewarnaan inovatif, para desainer menghadirkan beragam warna yang terinspirasi dari budaya Tiongkok pada serat alami tersebut. Hasilnya, busana dengan perpaduan kesederhanaan, siluet yang mengalir, dan gaya kontemporer. Koleksi ini menghadirkan interpretasi baru terhadap estetika Timur, serta membawa unsur budaya tradisional dalam gaya berpakaian sehari-hari.
Menghadirkan Kembali Tradisi Lewat Desain
Eksplorasi para desainer tidak berhenti pada pemilihan bahan. Mereka juga mengangkat kekayaan budaya Tiongkok melalui rancangan busana.
Salah satu koleksi mengambil inspirasi dari seni kertas tradisional dan keindahan alam Tiongkok. Kain berlapis, detail potongan yang rumit, serta teknik jahit yang cermat mengadaptasi karakter seni tersebut, termasuk pola simetris dan kesinambungan bentuk, ke dalam desain modern. Koleksi ini merayakan kemandirian dan karakter perempuan masa kini, serta mempertahankan keanggunan yang menjadi ciri kerajinan tradisional Tiongkok.
Seri tas tangan yang terinspirasi dari lukisan terkenal A Thousand Li of Rivers and Mountains menawarkan interpretasi lain dari gaya Guochao. Koleksi ini mengadaptasi lanskap bernuansa biru dan hijau dalam mahakarya dari era Dinasti Song Utara tersebut. Motif seni klasik kemudian diolah menjadi aksesori yang dapat digunakan sehari-hari sehingga konsumen bisa membawa sepotong warisan budaya Tiongkok ke mana pun mereka pergi.
Fase 3 dari 140th Canton Fair masih berlangsung dengan tema "Better Life". Berbagai kreasi tersebut memperlihatkan bahwa tradisi dan inovasi dapat saling melengkapi. Melalui pengolahan tekstil warisan budaya maupun interpretasi seni ke dalam desain modern, para peserta pameran menghadirkan gambaran gaya hidup yang terus berkembang, dengan memadukan kebanggaan terhadap budaya, kreativitas, dan kualitas demi masa depan yang lebih baik.
Untuk mempermudah kunjungan ke ajang ini, calon pengunjung dapat melakukan praregistrasi melalui tautan berikut:
https://buyer.cantonfair.org.cn/register/buyer/email?source_type=16







